Kamis, 24 Oktober 2013

ALKUNA




Senyawa Alkuna


Senyawa Alkuna merupakan senyawa hidrokarbon yang memiliki ikatan rangkap tiga, Senyawa Alkuna termasuk senyawa alifatik tak jenuh. Senyawa alifatik tak jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya terdapat ikatan rangkap dua atau rangkap tiga. Jika memiliki rangkap dua dinamakan alkena dan memiliki rangkap tiga dinamakan alkuna.alkuna juga memiliki ikatan tidak jenuh. Rumus umum untuk senyawa alkuna adalah CnH2n-2.
Suku alkuna ditentukan oleh jumlah atom C dalam senyawa tersebut. Suku pertama sampai dengan 10 senyawa alkana dapat anda peroleh dengan mensubstitusikan harga n dalam rumus umunya dan tertulis dalam tabel no. 1 berikut.

Suku ke
n
rumus molekul
nama




2
2
C2H2
etuna
3
3
C3H4
propuna
4
4
C4H6
butuna
5
5
C5H8
pentuna
6
6
C6H10
heksuna
7
7
C7H12
heptuna
8
8
C8H14
oktuna
9
9
C9H16
nonuna
10
10
C10H18
dekuna





Penamaan Senyawa Alkuna


Pemberian nama alkuna menurut sistem IUPAC sama dengan pada alkena. Nama-nama alkuna dianggap sebagai turunan dari alkana. Oleh karena itu, nama alkuna diturunkan dari nama alkana yang sama jumlah atom C-nya dengan mengganti akhiran ana dengan una. Beberapa aturan untuk memberi nama alkuna adalah sebagai berikut:
1. Rantai utama dipilih rantai karbon terpanjang yang mengandung ikatan rangkap.
2. Atom-atom karbon pada rantai utama diberi nomor urut sedemikian rupa, sehingga atom karbon yang berikatan rangkap mendapat nomor urut yang kecil.
3. Rantai utama diberi akhiran una
4. Untuk menunjukkan letak ikatan rangkap nama rantai utama didahului oleh nomor urut atom karbon yang berikatan rangkap.
5. Senyawa karbon yang mempunyai lebih dari satu ikatan rangkap, misalnya senyawa yang mengandung 2 ikatan rangkap disebut diuna, dan yang mengandung 3 ikatan rangkap disebut triuna.

Sifat kimia dan Fisika Senyawa Alkuna


Senyawa alkuna memiliki atom karbon yang berikatan rangkap tiga. Sifat fisik alkuna mirip dengan alkana dan alkena. Perubahan sifat alkuna teratur sesuai dengan deret homolog alkuna. Titik didih alkuna sedikit lebih tinggi dibandingkan senyawa alkena dan alkana yang memiliki jumlah atom C yang sama. Hal ini dikarenakan ikatan rangkap tiga pada alkuna. Table dibawah menunjukkan titik didih senyawa Alkuna

Nama Senyawa
Masa Molekul (Mr)
Titik didih (C)
Wujud Zat (25 C)
Etuna
26
-75
Gas
Propuna
40
-23
Gas
Butuna
54
8,1
Gas
Pentuna
68
39.4
Cair
Heksuna
82
72
Cair



Penggunaan Alkuna
  • Salah satu senyawa alkuna yang digunakan dalam sehari-hari adalah Etuna. Etuna dipakai untuk mengelas besi dan baja
  • Untuk penerangan
  • Untuk sintesis senyawa lain

PERMASALAHAN :

mengapa hanya etuna yang di jadikan bahan tuk ngelas sedangkan turunan alkana yang lain seperti etana dan etena mempunyai bentuk yang sama dengan etuna? 

4 komentar:

  1. assalamualaikum wr.wb
    baiklah saudari mei saya akan mencoba menjawab permasalahan anda. Menurut saya Pemanfaatan Alkuna seperti pemanfaatan gas etuna (asetilena) untuk pengelasan. Gas asetilena dibakar dengan gas Oksigen mengahsilkan panas yang tinggi ditandai dengan kenaikan suhu sampai dengan 3000 º C, sangat cocok untuk mengelas logam. Selain itu, alkuna juga dapat dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan senyawa lain, karena senyawa ini cukup reaktif. dapat di simpulkan bahwa semakin banyak jumlah atom C pada suatu senyawa hidrokarbon, maka senyawa tersebut titik didih yang tinggi sehingga dapat mencairkan besi sekalipun..
    semoga bermanfaat :)

    TERIMA KASIH..

    BalasHapus
  2. menurut literatur yang saya baca Asetilena (nama sistematis etuna) adalah suatu hidrokarbon yang tergolong kepada alkuna, dengan rumus C2H2 Asetilena merupakan alkuna yang paling sederhana, karena hanya terdiri dari dua atom karbon dan dua atom hidrogen. Pada asetilena, kedua karbon terikat melalui ikatan rangkap tiga dan masing-masing atom karbon memiliki hibridisasi orbital untuk ikatan sigma. Hal ini menyebabkan keempat atom pada asetilena terletak pada satu garis lurus, dengan sudut C-C-H sebesar 180°, dan jika kita lihat Bahan utama pembuatan asetilena adalah kalsium karbonat dan batu bara. Kalsium karbonat diubah terlebih dahulu menjadi kalsium oksida dan batubara diubah menjadi arang, dan keduanya direaksikan menjadi kalsium karbida dan karbon monoksida
    CaO + 3C → CaC2 + CO
    Kalsium karbida (atau kalsium asetilida) kemudian direaksikan dengan air dengan berbagai metode, menghasilkan asetilena dan kalsium hidroksida.
    CaC2 + 2H2O → Ca(OH)2 + C2H2
    Sintesis kalsium karbida memerlukan temperatur yang amat tinggi, ~2000 derajat Celsius,
    Asetilena juga dapat dihasilkan dengan reaksi pembakaran parsial metana dengan oksigen atau dengan reaksi cracking dari hidrokarbon yang lebih besar.

    mungkiin karena itulah apabila gas asetilena dibakar dengan gas Oksigen mengahsilkan panas yang tinggi, sehingga mampu melelehkan besi.

    BalasHapus
  3. baiklah saudari mei saya akan mencoba menjawab permasalahan anda..Pemanfaatan Alkuna seperti pemanfaatan gas etuna (asetilena) untuk pengelasan. Gas asetilena dibakar dengan gas Oksigen mengahsilkan panas yang tinggi ditandai dengan kenaikan suhu sampai dengan 3000 º C, sangat cocok untuk mengelas logam. Selain itu, alkuna juga dapat dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan senyawa lain, karena senyawa ini cukup reaktif. dapat di simpulkan bahwa semakin banyak jumlah atom C pada suatu senyawa hidrokarbon, maka senyawa tersebut titik didih yang tinggi sehingga dapat mencairkan besi sekalipun.. semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
  4. baiklah saudari mei saya akan mencoba menjawab permasalahan anda..Pemanfaatan Alkuna seperti pemanfaatan gas etuna (asetilena) untuk pengelasan. Gas asetilena dibakar dengan gas Oksigen mengahsilkan panas yang tinggi ditandai dengan kenaikan suhusampai dengan 3000 º C, Oleh karena itu lah sangat cocok untuk mengelas logam

    BalasHapus