Selasa, 17 Desember 2013

ETER



Eter adalah suatu senyawa organik yang mengandung gugus R—O—R', dengan R dapat berupa alkil maupun aril Contoh senyawa eter yang paling umum adalah pelarut dan anestetik dietil eter (etoksietana, CH3-CH2-O-CH2-CH3). Eter sangat umum ditemukan dalam kimia organik dan biokimia, karena gugus ini merupakan gugus penghubung pada senyawa karbohidrat dan lignin.

Struktur dan ikatan
Eter memiliki ikatan C-O-C yang bersudut ikat sekitar 110° dan jarak C-O sekitar 140 pm. Sawar rotasi ikatan C-O sangatlah rendah. Menurut teori ikatan valensi, hibridisasi oksigen pada senyawa eter adalah sp3.
Oksigen lebih elektronegatif daripada karbon, sehingga hidrogen yang berada pada posisi alfa relatif terhadap eter bersifat lebih asam daripada hidrogen senyawa hidrokarbon. Walau demikian, hidrogen ini kurang asam dibandingkan dengan alfa hidrogen keton.

Sifat-sifat fisika
Molekul-molekul eter tidak dapat berikatan hidrogen dengan sesamanya, sehingga mengakibatkan senyawa eter memiliki titik didih yang relatif rendah dibandingkan dengan alkohol.
Eter bersifat sedikit polar karena sudut ikat C-O-C eter adalah 110 derajat, sehingga dipol C-O tidak dapat meniadakan satu sama lainnya. Eter lebih polar daripada alkena, namun tidak sepolar alkohol, ester, ataupun amida. walau demikian, keberadaan dua pasangan elektron menyendiri pada atom oksigen eter, memungkinkan eter berikatan hidrogen dengan molekul air.Eter dapat dipisahkan secara sempurna melalui destilasi.
Eter siklik seperti tetrahidrofuran dan 1,4-dioksana sangat larut dalam air karena atom oksigennya lebih terpapar ikatan hidrogen dibandingkan dengan eter-eter alifatik lainnya.
Beberapa alkil eter
Eter
Struktur
Titik lebur (°C)
Titidk didih (°C)
Kelarutan dalam 1 L H2O
Momen dipol (D)
CH3-O-CH3
-138,5
-23,0
70 g
1,30
CH3CH2-O-CH2CH3
-116,3
34,4
69 g
1,14
O(CH2)4
-108,4
66,0
Larut pada semua perbandingan
1,74
O(C2H4)2O
11,8
101,3
Larut pada semua perbandingan
0,45


Sifat kimia eter
1)      Mudah terbakar menghasilkan gas CO2 dan H2O
2)      Tidak bereaksi dengan logam natrium.
3)      Dapat bereaksi dengan PCl5

Kegunaan eter
1)      Dietil eter atau biasa disebut eter, merupakan cairan tak berwarna, mudah menguap, mudah terbakar dengan titik didih 34,5. Eter ini biasa digunakan sebagai pelarut organik dan sebagai obat bius.
2)      MTBE (metil tersier butil eter) untuk meningkatkan bilangan oktan bensin sebagai pengganti TEL.



Permasalahan :
Mengapa eter tidak dapat bereaksi dengan logam aktif?

3 komentar:

  1. Baiklah saya akan mencoba membantu menjawab permasalahan saudari, menurut saya Hal tersebut di karenakan eter bersifat kurang polar dan tidak terdapat ikatan hidrogen. Jika dibandingkan terhadap alkohol, eter jauh kurang reaktif dari pada alkohol. Kecuali dalam hal pembakaran. Sebagai contoh logam reaktif , natrium. • Pada alkohol bereaksi dengan netrium dan akan membentuk Na-alkoholat • pada eter tidak bereaksi Gugus fungsi yang kurang reaktif pada eter menyebabkan eter sukar bereaksi atau tidak dapat bereaksi dengan logam natrium. Logam natrium itulah yang disebut logam aktif.

    TERIMAKASIH....

    BalasHapus
  2. Alkohol mempunyai titik leleh dan titik didih yang jauh lebih tinggi daripada eter yang sesuai. Hal itu terjadi karena gugus fungsi alkohol (-OH) bersifat polar dan menyebabkan adanya ikatan hidrogen antarmolekul alkohol, sedangkan eter bersifat kurang polar dan tidak terdapat ikatan hidrogen. Dibandingkan terhadap alkohol, eter jauh kurang reaktif kecuali dalam hal pembakaran.

    Alcohol dapat bereaksi dengan logam reaktif melepaskan gas hydrogen, sementara eter tidak dapat bereaksi. Contoh logam reaktif adalah Natrium.
    Alcohol: 2R - OH + 2Na --> 2R - ONa + H2
    Eter: R - O - R’ + Na --> tidak dapat bereaksi

    TERIMA KASIH

    BalasHapus
  3. Menurut saya, eter tidak dapat bereaksi dengan logam aktif karena eter bersifat kurang polar dan tidak terdapat ikatan hidrogen. Jika dibandingkan terhadap alkohol, eter jauh kurang reaktif dari pada alkohol. Kecuali dalam hal pembakaran. Sebagai contoh logam reaktif , natrium. Pada alkohol bereaksi dengan netrium dan akan membentuk Na-alkoholat sedangkan pada eter tidak bereaksi
    Gugus fungsi yang kurang reaktif pada eter menyebabkan eter sukar bereaksi atau tidak dapat bereaksi dengan logam natrium. Logam natrium itulah yang disebut logam aktif.

    Terimakasih

    BalasHapus