SENYAWA AROMATIK
Benzena
merupakan suatu anggota dari kelompok besar senyawa aromatik, yakni senyawa
yang cukup distabilkan oleh delokalisasi elektron-pi. Energi resonansi suatu
senyawa aromatik merupakan uluran diperolehnya kestabilan.
Cara
paling mudah untuk menentukan apakah suatu senyawa itu aromatik ialah dengan
menentukan posisi absorpsi dalam mspektrum nomor oleh proton yang terikat pada
atom-atom cincin. Proton yang terikat ke arah luar cincin aromatik sangat kuat
terperisai dan menyerap jauh ke bawah-medan dibandingkan kebanyakan proton,
biasanya lebih dari 7 ppm.
SYARAT
SENYAWA AROMATIK
Persyaratan
Senyawa Aromatik:
1.
Molekul harus siklik dan datar .
2.
memiliki orbital p yang tegak lurus pada bidang cincin (memungkinkan terjadinya
delokalisasi elektron pi).
3.
memiliki orbital p yang tegak lurus pada bidang cincin (memungkinkan terjadinya
delokalisasi elektron pi)
siklooktatetraena
tidak aromatik 8 elektron pi.
SIFAT FISIKA DAN KIMIA
Sifat Fisik:
·
Zat cair tidak berwarna
·
Memiliki bau yang khas
·
Mudah menguap
·
Benzena digunakan sebagai pelarut.
·
Tidak larut dalam pelarut polar seperti air air, tetapi larut dalam pelarut
yang kurang polar atau nonpolar, seperti eter dan tetraklorometana
·
Larut dalam berbagai pelarut organik.
·
Benzena dapat membentuk campuran azeotrop dengan air.
·
Densitas : 0,88
Sifat Kimia:
- Bersifat bersifat toksik-karsinogenik (hati-hati menggunakan benzena sebagai pelarut, hanya gunakan apabila tidak ada alternatif lain misalnya toluena)
- Merupakan senyawa nonpolar
- Tidak begitu reaktif, tapi mudah terbakar dengan menghasilkan banyak jelaga
- Lebih mudah mengalami reaksi substitusi dari pada adisi.
Titik
didih dan leleh lihat tabel berikut:
|
No.
|
Nama
|
Titik
Leleh
|
Titik
Didih
|
|
1
|
BENZENA
|
5,5
|
80
|
|
2
|
TOLUENA
|
-
95
|
111
|
|
3
|
o-XILENA
|
-
25
|
144
|
|
4
|
m-XILENA
|
-
48
|
139
|
|
5
|
p-XILENA
|
13
|
138
|
KEGUNAAN DAN DAMPAK BENZENA DALAM
KEHIDUPAN
A. Kegunaan
1. Benzena
digunakan sebagai pelarut.
2. Benzena juga
digunakan sebagai prekursor dalam pembuatan obat, plastik, karet buatan dan
pewarna.
3. Benzena
digunakan untuk menaikkan angka oktana bensin.
4. Benzena
digunakan sebagai pelarut untuk berbagai jenis zat. Selain itu benzena juga
digunakan sebagai bahan dasar membuat stirena (bahan membuat sejenis karet
sintetis) dan nilon–66.
5. Asam Salisilat
Asam salisilat adalah nama lazim
dari asam o–hidroksibenzoat. Ester dari asam salisilat dengan asam asetat
digunakan sebagai obat dengan nama aspirin atau asetosal.
6. Asam Benzoat
Asam benzoat digunakan sebagai
pengawet pada berbagai makanan olahan.
7. Anilina
Anilina merupakan bahan dasar untuk
pembuatan zat-zat warna diazo. Reaksi anilina dengan asam nitrit akan
menghasilkan garam diazonium, dan proses ini disebut diazotisasi.
8. Toluena
Kegunaan toluena yang penting adalah
sebagai pelarut dan sebagai bahan baku pembuatan zat peledak trinitrotoluena
(TNT)
9.
StirenaJika stirena mengalami polimerisasi akan terbentuk polistirena, suatu
jenis plastik yang banyak digunakan untuk membuat insulator listrik,
bonekaboneka, sol sepatu, serta piring dan cangkir.
10.
Benzaldehida
Benzaldehida digunakan sebagai zat
pengawet serta sebagai bahan baku pembuatan parfum karena memiliki bau yang
sedap.
11. Natrium
Benzoat
Seperti asam benzoat, natrium
benzoat juga digunakan sebagai bahan pengawet makanan dalam kaleng.
12. Fenol
Fenol (fenil alkohol) dalam
kehidupan sehari-hari lebih dikenal dengan nama karbol atau lisol, dan
dipergunakan sebagai zat disinfektan (pembunuh bakteri) karena dapat
menyebabkan denaturasi protein.
B. Dampak
1.
Benzena sangat beracun dan menyebabkan kanker (karsinogenik).
2.
Benzena dapat menyebabkan kematian jika terhirup pada konsentrasi tinggi,
sedangkan pada konsentrasi rendah menyebabkan sakit kepala dan menaikkan detak
jantung.
Permasalahan :
Mengapa Polistirena
banyak digunakan untuk membuat insolator listrik, boneka, sol sepatu serta
piring dan cangkir ?